MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau tak henti-hentinya mendukung pengembangan desa wisata dalam rangka turut membangun daerah lewat sektor kepariwisataan.

Setelah 4 desa ditetapkan sebagai desa wisata, kini giliran Malinau Seberang diresmikan menjadi Desa Wisata dengan sloganya Serasi, Rindang, Damai, Indah, Terpadu (Serindit).

Dijelaskan Bupati Malinau Dr. Yansen TP. MSi bahwa salah satu pilar pembangunan daerah adalah, menjadikan Malinau sebagai desa wisata.

Dengan bangga, apresiasi serta penghargaan tertinggi juga disampaikan bupati kepada pelaksana, penggagas, tokoh adat serta masyarakat Malinau khususnya Malinau Seberang yang telah berinisiatif menjadikan desanya sebagai desa wisata.

“Dengan diresmikannya Malinau Seberang sebagai Desa Wisata Serindit, diharapkan mempunyai nilai dan tujuan yang jelas terhadap apa yang harus dipertanggung jawabkan,” ungkapnya.

Makna gerakan Desa Membangun Mandiri (Gerdema) adalah bagaimana semua orang terlebih pelaku dan penggerak bisa menjadikan Malinau semakin maju dan sejahtera di samping memperbaiki kondisi ekonomi dari apa desa wisata itu sendiri sebagai penunjang untuk mendapatkan tambahan sumber ekonomi.

“Dikatakan Serindit, yakni mengambil dari filosofi burung yang dianggap masyarakat memiliki nilai unik dan misterius dari tingkah pola serta kehebatanya. Kita harapkan juga demikian, Desa Wisata Serindit akan mampu turut serta dalam membangun Malinau dengan kearifan lokal yang dimiliki,” jelasnya.

Untuk itu diharapkan, lewat peresmian ini, bukan hanya Malinau seberang saja melainkan desa-desa lain maupun kecamatan lain bisa mengambil filosofi Serindit.

%d blogger menyukai ini: